Innalillahi, Seniman Radhar Panca Dahana Meninggal

Labumi.id, Seniman Radhar Panca Dahana dikabarkan meninggal dunia, pada 22 April 2021 pukul 20:00, di UGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Radhar meninggal di usia 56 tahun. Hal ini dikabarkan langsung langsung oleh Radhar Tribaskoro, kakak almarhum.

INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJIUN

Telah berpulang malam ini pk. 20.00 adik saya tercinta Radhar Panca Dahana di UGD RS Cipto Mangunkusumo.

Mohon maaf atas semua kesalahan dan dosanya. Mohon doa agar ia mendapat tempat yang terbaik di sisiNya.

Aaminn YRA. (Dari Radhar Tribaskoro)

Radhar dikenal sebagai seniman, mengawali karirnya sebagai penulis sastra sejak kecil. Bahkan karya Cerpen pertamanya Tamu Tak Diundang dimuat di Kompas ketika usianya masih 10 tahun.

Dia dikenal tidak hanya sebagai sastrawan, sebab dirinya juga sering mendapat julukan sebagai Esais, Cerpenis, Kritikus Sastra, Pekerja Teater dan Jurnalis. Sempat juga menjadi dosen di jurusan sosiologi Universitas Indonesia.

Radar menamatkan pendidikannya di jurusan sosiologi Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan ke Ecole des Hautes Etudes en Science Sociales, Perancis, 2001 dengan konsentrasi sosiologi.

Sedangkan karya-karyanya, yaitu;

  •  Kabut Manusia, 2009
  • Dalam Sebotol Coklat Cair (esai sastra, 2007)
  • Metamorfosa Kosong (kumpulan drama, 2007)
  • Inikah Kita: Mozaik Manusia Indonesia (esai humaniora, 2006)
  • Riwayat Negeri yang Haru, 2006
  • Cerita-cerita dari Negeri Asap (kumpulan cerpen, 2005)
  • Jejak Posmodernisme (2004)
  • Jakarta City Tour: Tragedi, Ironi, dan Teror, 2003
  • Lalu Waktu (kumpulan sajak, 2003)
  • Menjadi Manusia Indonesia (esai humaniora, 2002)
  • Ideologi Politik dan Teater Modern Indonesia, 2001
  • Masa Depan Kesunyian, 1997
  • Kebebasan Cendekiawan: Refleksi Kaum Muda, 1996
  • Pelajaran Mengarang: Cerpen Pilihan Kompas, 1993
  • Lalu Batu (antologi puisi)

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *