Kepala DKPP Sumenep Berikan Kisi-kisi Jadi Petani Tembakau Sukses, Mungkinkah?

Penulis: Khairul Amin Editor: Redaksi

Labumi.id, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tidak dapat berbuat banyak melakukan intervensi terhadap dinamika pasar dan keinginan petani tembakau melakukan penanaman.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Arif Firmanto mengakui bahwa Pemerintah Daerah tidak bisa membatasi petani dalam menanam tembakau. Pemerintah cuma tidak menginginkan petani melakukan penanaman tembakau secara asal-asalan.

“Kami tidak menginginkan petani menanam tembakau hanya berdasarkan keinginan dan luasnya lahan,” papar Arif Firmanto saat FGD PWRI Sumenep, Menakar Kebutuhan Tembakau 2024′ di Auditorium Jagha Tembha UNIBA Madura, Sabtu, 2/11/2023.

Dalam FGD yg diikuti Poktan se Kabupaten Sumenep itu Arif menyampaikan para petani yang hendak menanam tembakau harus memprediksi kebutuhan pasar atau pabrikan agar hasil tanam tidak merugi.

“Jangan sampai, mahalnya harga tahun ini jadi alasan petani berlomba-lomba tanam tembakau di tahun depan,”tukasnya.

Arif menegaskan bahwa jumlah produksi tembakau yang semakin banyak tidak otomatis membuat petani mendapatkan untung besar. Malah bisa sebaliknya, petani merugi karena harga tembakau anjlok.

Apa yang disampaikan Kadis DKPP Arif Firmanto adalah hal mustahil bagi petani tembakau. Kebiasaan yang mendarah daging, dan turun temurun telah jadi mental bersama dikalangan petani tembakau. Bahwa menjadi petani adalah kodrat, mereka tetap mencangkul tanah untuk merawat kehidupan. Apapun resikonya, termasuk kerugian bila gagal panen, mereka tidak akan peduli dan akan menerimanya dengan lapang dada.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *