Kiai Ali Fikri Warits: Fleksibilitas dan Adaptasi Politik PPP

Penulis: ArisandiEditor: Redaksi

Labumi.id berhasil mewawancarai Pengasuh Pondok Pesantren Annuqoyah, Daerah Lubangsa Guluk-guluk yang sekaligus juga Ketua DPC PPP Sumenep Kiai Ali Fikri Warits.

Hasil rekaman pembicaraan Arisandi dengan Kiai Kharismatik yang populer dengan panggilan Mas Kiai itu dienkripsi melalui pesan voice note, berikut ini bunyinya:

Sebagai partai yang telah lama eksis di Sumenep, PPP seharusnya memiliki peran yang signifikan dalam PILKADA mendatang. Baik sebagai partai pengusung maupun sebagai partai pendukung.

Bahkan berkoalisi dengan partai mana pun adalah sesuatu yang sangat mungkin dilakukan. Fleksibilitas ini mencerminkan kemampuan kita untuk beradaptasi dengan dinamika politik yang ada. Tentu saja, keputusan ini juga akan sangat dipengaruhi oleh para elit di DPP.

Jika saya sendiri maju dalam PILKADA, baik sebagai calon dari PPP atau partai lainnya, hal tersebut sangat mungkin terjadi. Bahkan jika kami hanya menjadi pendukung bagi pasangan calon tertentu dan berkoalisi dengan partai lain, jika itu merupakan perintah dari DPP, kami akan siap melaksanakannya. Saya pun siap jika diminta menjadi juru kampanye.

Saat ini, kami terus berupaya menjalin koalisi dengan partai-partai lain, seperti Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS, dan Nasdem. Kami telah melakukan beberapa kali koordinasi dengan mereka. Hasil dari upaya ini akan terlihat nantinya, tentunya dengan mempertimbangkan arahan dari DPP PPP.

Kami di tingkat bawah akan terus dipantau untuk memastikan setiap langkah kami sejalan dengan dinamika politik yang berkembang. Contohnya, PDI-P sebagai partai penguasa di Kabupaten Sumenep tampaknya masih berusaha agar Bupati Fauzi maju ke Jawa Timur, dan kami harus siap menghadapi segala kemungkinan yang muncul setelahnya.

Namun, bagi kami di PPP, hal terpenting adalah tetap berkiprah. Setelah kami membuka pendaftaran pada tanggal 22, dan setelah itu kami akan mulai menjalankan proses pencalonan. Kami juga siap berkoalisi dengan partai lainnya. Saya yakin PDI-P dan PKB, meskipun memiliki kemampuan dan wewenang untuk mengusung calon sendiri, juga tidak akan berjalan sendiri.

Ada analisa yang menyebutkan bahwa jika PPP, PKB, dan Gerindra bersatu, kekuatan kami akan cukup besar. Hingga saat ini, kami terus berkomunikasi dan berdiskusi untuk menentukan opsi-opsi yang akan diambil ke depan.

Tentu, semua ini memerlukan pertimbangan yang matang dan perencanaan yang baik. Jika kami harus berhadapan dengan PDI-P, itu bukan hal yang mudah.

Apabila saya atau kader PPP diajak bergabung dengan PDI-P sebagai wakil bupati atau bahkan calon bupati, prosesnya pasti akan membutuhkan kerja keras.

Jika misalnya saya harus mendampingi Bupati Fauzi atau kader PDI-P lainnya sebagai wakil bupati, itu bukan hal yang mudah dan memerlukan usaha keras. Namun, jika saya dipercaya memimpin di Sumenep, mungkin akan lebih ringan.

Jika skenario tersebut tidak terjadi, kami siap berdiri sendiri atau berkoalisi dengan partai lain. Kami berharap, seperti harapan banyak pengamat politik, kami dapat bekerja sama dengan akar rumput atau orang-orang yang memiliki visi untuk Sumenep yang lebih baik.

Koalisi dengan PKB dan GERINDRA sebagai poros partai penguasa yang akan datang juga sangat mungkin terjadi. Ada peluang besar untuk menciptakan 3 pasangan calon atau 3 poros dalam PILKADA mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *