Demo Tambang di Pamekasan, Aktivis PMII Yang Diamuk Polisi Dilarikan ke Rumah Sakit

22
0
Share:

Labumi.id, Tiga aktivis, diantaranya Yasin dan Fiki harus dilarikan ke RSUD Smart Pamekasan dengan luka robek dibagian kepala setelah bentrok dengan aparat kepolisian dalam aksi menolak gailan tambang C bersama ratusan aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (25/06/2020).

Aktivis mahasiswa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian terjadi di Kantor Bupati Pamekasan saat mereka menggelar demonstrasi karena banyaknya galian tambang C di Pamekasan.

Ketua Cabang PMII Pamekasan, Moh. Lutfhi menjelaskan bahwa kondisi yang dialami tiga rekannya yang dirawat di RSUD Pamekasan mengalami luka robek dibagian kepala, sehingga harus dijahit.

“Satu sahabat kami, harus di jahit dibagian kepala karena terus mengucurkan darah,”ujar Luthfi.

Kemudian Luthfi mengatakan bahwa galian C di wilayah Pamekasan sudah berada di level yang mengkhawatirkan. Masyarakat akan menjadi korban karena rusaknya lingkungan akibat maraknya penggalian tambang yang dilakukan para pengusaha.

Ada 350 titik galian C menyebar di beberapa desa di wilayah Pamekasan, namun hanya satu yang teridentifikasi memiliki izin.Dia bersama aktivis mahasiswa dari PMII yang concern terhadap lingkungan, menemukan kemungkinan perkembangan buruk dampak yang ditimbulkan galian C pada masyarakat, khususnya di Pamekasan.

Untuk itu, bersama PMII dia meminta kepolisian sigap dalam menindak pengusaha galian C yang tidak mengantongi ijin.

“Kami minta polisi sigap menindak bagi mereka yang melanggar UU no 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup dan UU no 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara,”kata Luthfi.

Kapores Pamekasan Djoko Lestari berjanji akan berkoordinasi dengan Forkompimda Pamekasan untuk mencari solusi berkaitan dengan tuntutan mahasiswa. Dalam 24 X 7 Jam polisi dipastikan sudah menemukan jalan keluar. (Red)

Share:
Labumi.ID