Hastag  

Yuk Nonton Anna la Javanaise di ISI Yogyakarta

Penulis: Badruddin HaikalEditor: Redaksi

Labumi.id, Film ini berkisah tentang Anna la Javanaise, seorang gadis Jawa yang berusia 13 tahun yang dijadikan model lukisan oleh perupa kondang asal Perancis Paul Gauguin, akan diputar hari ini, Jum’at 22 Juli 2022 di Ruang Auvi, Gedung Dekanat FSMR Institute Seni Indonesia Yogyakarta.

Film ini tentu saja diramu dengan tatapan kolonialisme Barat. Melalui film animasi pendek ini, Fatimah Tobing Rony mengajak kita untuk mengimajinasikan ulang kehidupan Anna dengan membingkai ulang perspektif lukisan tersebut. Film ini mengungkap kisah tersembunyi suatu pengalaman hidup Anna sebagai pelayan sekaligus model dari Jawa yang dieksploitasi.

Film pendek yang telah mendapatkan penghargaan internasional ini merupakan cuplikan dari kisah besar yang dituliskan Fatimah dalam bukunya “How Do We Look? Resisting Visual Biopolitics” (Duke University Press, 2021). Buku ini menggambarkan problematisasi perempuan di Indonesia secara transnasioanl, dengan pendekatan teori biopolitik visual bagaiamana representasi visual menentukan kehidupan.

Selain mengangkat lukisan Anna la Javanaise, buku ini juga mengudar karya-karya etnografi film-film dokumenter. Buku ini juga mengungkap bagaimana sosok perempuan Indonesia bersinggungan pada wacana primitivisme, keliaran, kolonialisme, eksotisme hingga genosida. Penulisnya, yaitu Fatimah memusatkan perhatiannya kepada aksi-aksi perlawanan terhadap biopolitik visual dalam film, tulisan dan fotografi dengan fokus pembahasannya kepada buku Rachmi Diyah Larasati “The Dance That Makes You Vanish”, film “Mother Dao” (1995) karya Vincent Monnikendam dan film kolaboratifnya bersama Nia Dinata “Perempuan Punya Cerita” 2022, Fatimah dalam film ini membawa kita untuk menantang metode-metode yang memandang segala hal yang menjustifikasi eksploitasi, dehumanisasi dan pembantaian massal.

Yuk nonton ke ISI Yogyakarta dan Berdiskusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.