Hastag  

Trend Wisata Generasi Milenial Di Akhir Tahun 2020

Labumi.id, Generasi milineal, memiliki gaya dan kecenderungan sendiri memilih tempat wisata. Trend memilih kebaruan dan mengunjungi tempat-tempat yang instagramable adalah sasaran mereka.

Chief Executive Officer tiket.com, George Hendrata pernah menyebutkan bahwa pilihan generasi millenial adalah menjajal tempat-tempat baru yang belum dikunjungi oleh orang lain.

“Ketika mereka menemukan tempat baru, yang cocok dan instagramable, mereka akan langsung di share kepada teman-temannya,”kata Hendrata saat itu.

Generasi millenial menurut dia, lebih suka kepada fakta-fakta bahwa mereka dapat memberikan pengaruh atau mengajak orang lain kepada tempat baru yang dikunjungi. Traveling bagi generasi ini sama seperti fashion. Semakin banyak orang yang menggunakan akan mereka hindari. Hal ini, bagi mereka juga berlaku bagi wisata.

Menurut Hendrata, mereka akan menghindari tempat-tempat mainstream dan memilih lokasi sendiri yang tidak banyak orang tahu, tapi nyaman bagi mereka.

“Tahun ini, distinasi yang bakal jadi sasaran generasi milenial tempat-tempat seperti Mandalika, Sumba, atau Labuan Bajo. Kawasan ini belum banyak terjamah orang,”tutur Hendrata.

Selain tempat yang menyimpan kebaruan, generasi milenial akan memburu destinasi wisata yang memiliki nilai eco tourisme dan sustainable. Artinya mereka akan menikmati liburan yang memiliki nilai-nilai budaya dan adat.

“Dari eco tourism yang sustanaible itu, kan memiliki nilai kultur berbeda, apakah pemandangannya, makanannya. Ini yang membuat mereka tertarik,”paparnya.

Kawasan Indonesia yang berlimpah dengan aset budaya dan terkenal dengan negara kepulauan tidak semua wilayah menjadi sasaran mereka. Akses yang sulit, tetap mereka hindari. Walaupun pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur yang cukup seperti bandara, terminal, jalan tol dan semacamnya.

Pemerintah daerah harus memperhatikan kebutuhan infrastruktur berupa akses terbaik ketempat-tempat wisata yang bisa memotong alur transportasi wisatawan ke kawasan-kawasan yang dibidik untuk dikembangkan sebagai distinasi wisata. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *