Kala Ketum PDIP Ikut Bersedih Karena PPP Tak Lolos Parlemen

Penulis: Badruddin HaikalEditor: Redaksi
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidatonya di Rakernas V Jakarta

Labumi.id, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku bersedih karena PPP tidak masuk ke parlemen pada periode 2024-2029.

Pengakuannya ini disampaikan dalam pidatonya di hadapan pengurus teras PPP yang ikut hadir dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke V PDIP di Jakarta, Jum’at 24/04/2024.

Megawati pun mengenang diawal masa-masa mendirikan partai bersama. Kala itu PDI dan PPP seringkali sejalan, dan bersama-sama.

PPP dibentuk pada tanggal 5 Januari 1973, merupakan fusi dari 4 partai keagamaan Islam. Diantaranya yaitu Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) dan Partai Muslimin Indonesia (PARMUSI) dan Ketuanya saat itu adalah Mohammad Syafa’at Mintaredja.

Lalu 6 hari kemudian, tepatnya tanggal 11, Januari 1973, Megawati pun menyusul ikut membentuk PDI, di Jakarta. PDI juga fusi dari banyak partai, yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (Partai IPKI) dan juga dua partai keagamaan Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik.

Megawati lalu meyakinkan, bahwa PPP tidak perlu khawatir karena nanti akan menang lagi. “Jangan khawatir, nanti PPP pasti menang lagi kok Pak,”papar Megawati.

Setelah melakukan serangkaian gugatan ke MK, PPP diprediksi tergusur dari kursi Senayan dengan hanya mengantongi 5.878. 777 suara dari total 84 daerah pemilihan.

Keadaan ini berbanding terbalik dari suara sah pada Pileg 2024 yang mencapai 151.796.631, atau setara dengan 3.87 persen suara, atau sekitar 0,12 persen dari ambang batas 4 persen parlemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *