Pemkab Sumenep Anggarkan 10 Milyar untuk Bangun Gedung Industri Hasil Tembakau

13
0
Share:

Labumi.id, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur anggarkan 10 milyar untuk membangun gedung Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang biaya pembangunannya didapat dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Agus Dwi Saputra menjelaskan KIHT bertujuan memfasilitasi masyarakat, khususnya para petani tembakau agar mendapatkan kemudahan.

Sedangkan lokasi pembangunan gedung KIHT sudah ditetapkan, akan dibangun di Kecamatan Guluk-Guluk. “Perencanaan sudah tuntas, hanya tinggal menuju proses realisasinya. Butuh sekitar 2 hektar lahan, sesuai pengkajian tidak perlu pembebasan lahan, karena sudah ada, yakni tanah kas desa. Saat ini rencana pembangunan itu, prosesnya beberapa tahapan sudah berjalan,” ungkapnya, Senin, 04/10/2021.

Untuk memaksimalkan hasil pembangunan tersebut, pihaknya mengaku sangat berhati-hati, termasuk tahapan pembangunan itu benar-benar prosedural. Salah satunya, perencanaan pembangunan dimulai dari tahap studi kelayakan (feasibility study).

“Studi kelayakan ini, berupa penelitian tentang layak tidaknya suatu proyek atau kawasan dibangun dan bisa mencapai tingkat keberhasilan atau tidak,” sebutnya.

Di dalam studi kelayakan ini, setidaknya ada tiga aspek urgen yang harus tercapai, mulai kadar manfaat ekonomis proyek tersebut, manfaat proyek itu bagi pembangunan negara atau disebut manfaat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terakhir timbal balik pembangunan KIHT bagi lingkungan sekitar.

“Ternyata tim konsultan sudah memberikan keputusan di Guluk-Guluk lah yang akan dibangun, tempat lain kurang, nilainya kecil,” terang Agus.

Dari studi kelayakan itu, lanjut Agus, menunjukkan hasil positif. Sebab, syarat perencanaan pembangunan ini juga masih perlu master plan dan penyusunan detail engineering design (DED).

“Setelah itu, masih akan dilakukan kajian lingkungan. Dan semuanya sudah mantap, tinggal menuju proses lelang pekerjaannya,” tegasnya. (Khairul Amin)

Share: