Sosial  

Kasat Deddy, Polisi Harus Mengayomi

Labumi.id, Menjadi polisi tentu merupakan profesi yang sangat mulia. Selain harus memiliki sikap tegas dan disiplin, polisi juga dituntut untuk mengayomi sekaligus memberi contoh bagi masyarakat.

Untuk menjadi polisi bukanlah hal yang mudah. Korp Bhayangkara ini tentu dididik dan dilatih dengan keras. Mereka dilatih untuk menjadi sosok yang tegas, disiplin, pemberani dan penolong. Demikian disampaikan Kasatlantas Polres Sumenep, AKP Dedy Eka Aprianto ketika berbincang dengan Labumi.id, di ruangan kerjanya, Rabu (26/8/2020).

Ia merupakan sosok pria yang baik dan disiplin dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara. Polisi asal Malang ini juga mempunyai komitmen yang kuat dalam memegang sebuah prinsip hidup, salah satu prinsip yang sampai saat ini tetap ia pegang yakni tetap sabar dan humanis dalam menjalani hidup, kepada siapapun, baik yang lebih tua maupun yang lebih muda.

Mulai sejak kecil, Deddy mengaku sudah mempunyai keinginan dan cita-cita yang tinggi, yakni menjadi seorang polisi. Keinginan itu tak hanya sebatas wacana, ia tak mau ketinggalan kereta, akhirnya ia memulai pendidikannya dari sejak SD sampai perguruan tinggi pun di sekolah kepolisian.

“Alhamdulillah cita-cita saya tercapai. Selain itu karena keteguhan dan kesungguhan saya saat menimba ilmu, juga tak lepas karena berkat doa orang tua. Sekarang saya bisa membanggakan orang tua,” ceritanya sambil tersenyum.

Deddy mengawali karirnya menjadi polisi yakni pada tahun 1999. Lulus pendidikan perwira/secapa pada tahun 2008. Awal dinas di Polwiltabes Surabaya pada tahun 2008 di bagian Kanit Turjawali Lantas Polrestabes Surabaya Utara. Kemudian menjadi Kanit Turjawali Lantas Polres Sidoarjo pada 2010-2013.

Setelah itu pindah ke Spripim Polda Jatim sampai tahun 2016, setelah itu pindah lagi ke Kasatlantas Magetan sampai 2017, setelah itu baru kembali lagi ke Polrestabes Surabaya jadi Kanit turjawali Satlantas Polrestabes Surabaya 2018. Dan pada tahun 2019 sampai sekarang ia tetap bertugas di Sumenep menjadi Kasatlantas Polres Sumenep.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai polisi, pria lulusan Universitas Bhayangkara Surabaya (UBARA) ini senantiasa menerima pengaduan masyarakat selama 24 jam. Pengabdian ini dilakukan agar tercipta situasi yang aman dan kondusif. Mereka menindak warga yang tidak disiplin, misalnya tidak memakai helm saat mengendarai motor, tidak menyeberang jalan di tempatnya, melanggar peraturan lalu lintas. Hal tersebut dilakukan demi keselamatan masyarakat.

Dalam melayani masyarakat, kata Deddy tentu harus sabar dan ikhlas. Apalagi jika telah bersentuhan dengan masyarakat barangkali tentu akan berhadapan dengan sebuah karakter yang berbeda-beda, dengan begitu polisi harus bisa menyikapi dengan bijak, salah satunya dengan cara sabar, humanis dan tetap mengayomi masyarakat.

“Sesuai slogan kita, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan baik serta humanis, ikhlas dan bertanggung jawab. Itu yang harus menjadi pedoman bagi polisi,”jelasnya.

Dalam pandangannya polisi bertanggung jawab untuk menanggapi situasi darurat. Dalam beberapa kasus misalnya seperti menyelamatkan nyawa. Polisi harus selalu merespon dengan cepat, tanggap dan tepat. Tak peduli waktu, baik itu siang atau malam yang penting baginya adalah keselamatan masyarakat. Pekerjaan ini membutuhkan waktu berjam-jam, dan banyak petugas yang menghabiskan kehidupan mereka di kepolisian, tutupnya. (Khairul Amin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *