Sosial  

Bayi Baru Lahir Diduga Tertukar di Rumah Sakit

Labumi.id, Seorang bayi dari pasangan suami isteri Nur Maningsih dan Subroto asal Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga tertukar di RSUD Dr. Moh. Anwar. Pihak keluarga menuduh bayinya sengaja ditugas oleh oknum petugas rumah sakit.

“Saya tidak tahu, itu perawat apa dokter, yang jelas oknum yamg bertugas di sana,” terang Rikso, saudara sepupu dari bapak bayi, Senin (16/11/2020).

Rikso menceritakan kronologi kejadian itu. Awalnya Nur Maningsih di bawa ke RSUD Sumenep untuk proses persalinan pada Jumat, (13/11/2020) lalu. Kemudian, Sabtu (14/11/2020), Nur Maningsih diperbolehkan pulang, sedangkan bayinya tidak diperkenankan membawa pulang anaknya lantaran konsidisi belum sehat. Masih dalam proses penanganan RSUD untuk dirawat.

“Sebelum pulang Nur Maningsih masih sempat menyusui bayinya, dan akhirnya dia pulang bersama suaminya ke rumahnya tanpa membawa si bayi sesuai petunjuk pihak rumah sakit,” kata Risko.

Lalu, Minggu kemarin, (15/11/2020), Ia bersama suaminya kembali lagi ke RSUD Sumenep untuk menjenguk dan menyusui bayinya. Sampai di rumah sakit, penjaga atau perawat pihak berwenang bukan malah menyambutnya dengan baik, namun salah satu oknum petugas justru bersikap kurang ramah.

“Oknum itu langgsung bilang, ngapain kamu ke sini? Orang tuanya si bayi menjawab, mau jenguk anak, anaknya nomer berapa? Nomer lima, jawab si ibu bayi,” tutur Risko menyampaikan kronologi yang dialami orang tua si bayi.

Tidak lama kemudian, Nur Maningsih disuruh menunggu sebentar karena bayinya masih mau diambil. Setelah si bayi datang, Nur Maningsih langsung menyusui bayinya. ”Awalnya Ibu Nur Maningsih tidak sadar kalau bayinya tertukar, dia masih terus menyusui si bayi,” turunya.

Lalu, Ia baru menyadari kalau yang disusui bukanlah bayinya, setelah topi yang dikenakan bayi tersebut jatuh. Ia kaget melihat kepala bayi cukup lebat.

”Padahal setahu dia, saat pertama kali menyusui bayinya pada Sabtu (14/11/2020) lalu sebelum pulang tidak ada rambutnya atau gundul dan dipipinya tercoret. Ada bukti fotonya, bahkan sebelum pulang sempat difoto waktu itu. Kalau jenis kelaminnya sama perempuan,” ungkapnya.

Mengetahui ada kejanggalan, sontak si ibu bilang. “Ini bukan anak saya, ini bukan anak saya. Kemudian langsung memanggil perawat dan bilang ini bukan anak saya Bu, anak saya tak ada rambutnya, kok ini rambutnya banyak. Kemudian wajahnya juga lain,” tambah Rikso menirukan Nur Maningsih kepada perawat yang sedang bertugas waktu itu.

Setelah itu, bayi oleh perawat langsung diambil dan di bawa pergi, bahkan saat ditanya tidak menjawab sama sekali atau bungkam. Akhirnya dengan rasa kecewa orang tua si bayi pulang tanpa membawa bayinya.

Senin (16/11/2020) tadi, keluarga korban kembali lagi ke RSUD Sumenep untuk menanyakan kejelasan persoalan tersebut. “Hari ini kami beserta keluarga korban balik lagi ke RSUD, dan kebetulan tadi perawat Nilpon, katanya anaknya sudah diperbolehkan pulang. Kami sudah dari tadi pukul 09.00wib sampai di RSUD,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Moh. Anwar Sumenep, Erliyati, belum merespon saat di hubungi labumi.id, melalui pesan WhatsApp nya meski terlihat sedang online. Sementara, Kepala Seksi Humas RSUD Dr. Moh. Anwar Sumenep, Arman Endika Putra memastikan tidak ada pasien yang tertukar atau ditukar di rumah sakitnya. Petugas sudah memperlakukan sesuai tatalaksana yang ditentukan.

”Itu hanya dugaan. Pasien saat itu hanya satu dan sudah diberi penjelasan gelang didepan orang tua pasien,” jelasnya singkat melalui pesan media sosialnya. (Irul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *