Unjuk Rasa Mahasiswa Sumenep, Bertanya Dimana Otak DPR

66
0
Share:

Sumenep, Labumi.id, Demam aksi unjuk rasa mahasiswa bagaikan gelombang yang tak bisa dibendung. Aksi ketidakpuasan kepada RUU DPR, terjadi diberbagai kota dan daerah, tak terkecuali di Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ratusan mahasiswa dari lintas perguruan tinggi swasta dengan bendera Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) merayap bagaikan semut di jalan Trunojoyo, menuju gedung DPR, Kamis (26/09/2019).

Dalam orasinya, mereka tak putus-putusnya mengugat karena reformasi sudah dibajak oleh kalangan elit politik dengan memproduksi hukum yang melemahkan KPK, dan mengabaikan cita-cita reformasi.

Bahkan, dalam orasinya pula mereka mengulang-ulang, DPR yang tidak punya otak. Sebab produk hukum yang dihasilkan dan segera diundangkan DPR, diyakini bakal mengamputasi rakyat kecil karena lebih berpihak kepada korporasi kapital.

“Rakyat kecil akan dikolonisasi dengan RUU DPR. Apa kita diam, Sodara,?” kata orator aksi yang kemudian dijawab oleh peserta aksi, “lawan”.

Mahasiswa juga mempertanyakan RKUHP yang mengandung pasal-pasal yang dianggap tidak masuk akal, rawan diskriminasi serta mengabaikan rakyat kecil.

Sejatinya aspirasi rakyat sebagai rujukan material dari produk hukum yang dicanangkan DPR tidak boleh diabaikan, sebab dengan mengabaikan kepentingan publik sama dengan menggusur prinsip demokrasi.

Menyikapi hal itu, AMS mengambil sikap mengkonsolidasi kepentingan rakyat dengan menuntut penghapusan pasal-pasal maupun RUU KUHP yang berpotensi diskriminatif. Seperti pasal yang tercermin dalam RUU Pemasyarakatan, pasal pelemahan KPK yang pro koruptor, pasal yang pro koorporat dalam RUU Pertanahan, dan hak buruh dalam revisi UU nomor 13 tahun 2003, tentang ketenagakerjaan. (*)

Share:
Labumi.ID