Menolak Diinklosur, Petani Urutsewu Bentrok Melawan TNI


  • Bagikan

Kebumen, Labumi.id, Sengketa lahan yang berujung bentrok antara warga sipil yang sebagian besar para petani di Desa Brecong, Buluspesantren, Kebumen dan TNI mengakibat belasan warga yang dikabarkan terluka. Para petani Urutsewu melakukan perlawanan karena lahan yang jadi sumber kehidupannya dirampok.

Bentrokan terjadi ketika warga sipil mencoba menghalangi TNI yang memagari lahan yang disengketakan. Para prajurit TNI berpakaian lengkap memblokade lokasi kemudian melakukan pemukulan kepada sejumlah warga.

“Warga dikejar, dipukuli bagian kepala, dada, dan punggung. Ini juga ada kabar terkena tembakan, sedang kami data lagi,” kata Umi Nurifah, aktivis Nahdliyin untuk Sumber Daya Alam kepada wartawan.

Sementara Widodo Sunu Nugroho, Sekretaris Urut Sewu Bersatu menambahkan bentrokan tak terelakkan terjadi antara petani dan prajurit TNI sebagai bentuk perlawanan. Para petani tidak rela lahan pertanian miliknya dipagar tanpa ada persetujuanĀ  yang jelas.

Selama ini petani memanfaatkan lahan itu untuk bercocok tanam dan jadi sumber kehidupan mereka. Sedangkan pemagaran itu merupakan lanjutan dari program yang dilakukan tentara tahun 2013, berlanjut pada 2015 dan 2019.

“Ada tiga desa di kawasan Urutsewu yang dilakukan diinklosur, yakni Desa Entak, Desa Brecong dan Desa Setrojenar,”paparnya.

Usai bentrok melawan TNI, sejumlah petani kemudian melakukan aksi di Kantor Bupati Kebumen. Dalam aksinya tersebut, warga diterima Bupati Kebumen Yazid Mahfud. Saat itu bupati menyarankan agar pemagaran dihentikan terlebih dulu. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *