Law Enforcement Diyakini dapat Menekan Maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan

Penulis: Poncha T. TalieEditor: Redaksi

  • Bagikan

Labumi.id, Penekanan hukum merupakan alat yang diyakini paling efektif dalam menekan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University dan pakar forensik kebakaran hutan Bambang Hero Sahajo mengatakan dalam diskusi di Paviliun Indonesia COP-26 United Nations Framwork Convention on Climate Change (UNFCCC), Jum’at, 12 November 2021.

Dalam diskusi ini Bambang mengatakan adanya pengurangan areal kebakaran hutan dan lahan akan mengakibatkan capaian target pada pengurangan emisi gas rumah kaca.

Bambang juga menyatakan bahwa law enforcement salah satu tools yang paling efektif untuk menekan kebakaran yang banyak terjadi, termasuk upaya mereduksi emisi gas rumah kaca.

“Selain itu, bukti-bukti ilmiah kejadi kebakaran hutan dapat diungkapkan sehingga mengurangi kasus yang sering terjadi,”kata peraih anugerah sains Jhon Maddox Prize 2019 karena kegigihannya mengungkap data penelitian melawan pandangan salah terkait kebakaran hutan dan lahan.

Hal senada juga diungkapkan oleh pakar lingkungan lain dari IPB University, yaitu Basukis Wasis. Menurut dia kebakaran hutan dan lahan di areal gambut telah menyebabkan dampak yang luar biasa, berupa kerugian ekologis dan ekonomis.

Wasis menegaskan soal pentingnya pemulihan total seperti kondisi semula, meski hal itu sulit dilakukan tapi harus terus pemulihan fungsinya dilakukan.

“Jika ekologi yang terbakar, maka hilang semuanya, termasuk subsidennya. Tapi kita yang pulihkan adalah fungsinya,”kata Wasis dikutip dari Antara.

Data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami penurunan luasan kebakaran hutan. Sebelumnya terjadi kebakaran yang luasnya mencapai 1,6 juta hektare pada tahun 2019. Tapi terjadi penurun pada tahun 2020 jadi 296.942 ha areal yang terbakar, dan pada tahun 2021 hanya 229.978 ha yang terbakar.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *