2.500 PPDP Akan Dirapid Test Sebelum Coklit

Labumi.Id, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur akan melakukan rapid test kepada 2.500 petugas pemutakhir data pemilih (PPDP) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup). Rapid test direncanakan sebelum proses pencocokan dan penelitian (coklit) dimulai 15 Juli 2020 mendatang.

”Sesuai tahapan coklit, dijadwal mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2020. Dan sebelum itu, seluruh PPDP sudah dirapid test,” kata Mohammad Rofiqi, Jum’at (10/7/2020).

Rofiqi menejalaskan, rapid test terhada PPDP sesuai surat dinas KPU RI dalam rangka pencegahan covid-19. Biaya rapid test ditanggung KPU melalui dana APBN dengan anggaran Rp. 350 ribu per orang.

”Terkait dal ini (rapid test, red) KPU sudah berkordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab yang didelegasikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes). Dan Rencana rapid test dimulai 11 hingga 13 Juli melalui Puskesmas-Puskesmas,” jelasnya.

Namun demikian, lanjut dia, ada peraturan baru dari Menteri Keuangan soal biaya rapid test tidak boleh lebih Rp. 150 ribu. Sehingga, Dinkes masih perlu rapat kembali bersama Timnya sebelum rapid test dilakukan.

”Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada keputusan dari Dinkes, sehingga sebelum memasuki pelaksanaan coklit sudah dirapid test,” ucapnya.

Bagi penyelenggara khususnya PPDP yang dinyatakan reaktif pada hasil rapid test, maka akan diarahkan untuk dilakukan pergantian.

”Prinsipnya seluruh tahapan pelaksanaan Pilbup ditengah pandemi covid-19 tetap menyesuaikan dengan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona,” tambahnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *